Judulnya The Giving Tree, sebuah kisah tentang persahabatan seorang anak kecil dengan pohon.
Pernah denger?
Cerita ini kalo dipikir agak, emm, gimana ya... Ironis gitu ceritanya.
Jadi gini ceritanya,

Alkisah hiduplah sebuah pohon n seorang anak. Keduanya sangat dekat, anak itu sering bermain dengan pohon itu sejak dia masih kecil. Dia sering bergelayut di ranting pohon itu, makan buah manis dari pohon itu saat dia lapar, dan tidur dibawah naungan pohon itu saat dia kelelahan.
Singkat kata, mereka sangat dekat...
Tapi seiring waktu berjalan, anak tersebut beranjak dewasa, dan si anak pun mulai jarang mengunjungi pohon itu...
Dia mulai sibuk dengan kehidupan remajanya...
Dan tanpa sadar pun anak itu tak pernah mengunjungi pohon itu lagi.
Hingga pada akhirnya suatu hari, seorang pria muda berjalan mendekati pohon itu.
Si pohon langsung mengenali bahwa pria itu adalah sahabat karibnya bertahun2 yang lalu. Si pohon pun berkata " kemarilah nak, bermainlah denganku, makanlah buahku, dan tidurlah dibwah naunganku". Namun pria itu menjawab "untuk apa? aku sudah terlalu besar untuk itu. Hal itu tidak akan membuatku bahagia". "lalu bagaimana aku bisa membuatmu bahagia?". Si pria pun menjawab "aku dewasa sekarang, aku harus mandiri, aku butuh uang, bisakah kau memberiku uang?". "aku tidak punya uang" jawab pohon itu, "tapi aku punya buah, ambillah buahku dan juallah, kau akan memiliki uang dan kau akan bahagia". Pria itupun mengambil semua buah dari pohon itu tanpa menyisakan satu buah pun.
Pohon pun senang dapat membuat sahabatnya senang.
Untuk waktu yg lama, pria itu (si anak) tak pernah mengunjungi pohon itu lagi.
Suatu hari, pria itu datang lagi ke tempat itu.
Pohon pun berkata, " kemarilah nak, bermainlah denganku, dan tidurlah dibwah naunganku". Namun pria itu menjawab "untuk apa? aku sudah terlalu besar untuk itu. Hal itu tidak akan membuatku bahagia". "lalu bagaimana aku bisa membuatmu bahagia?". Si pria pun menjawab, "aku ingin menikah, punya anak, dan hidup bahagia. Aku ingin rumah, bisakah kau memberiku rumah?". Rumahku beralaskan tanah dan beratapkan langit, tapi aku punya dahan dari kayu, ambillah dan jadikanlah rumah, maka kau akan bahagia. Pria itupun mengambil seluruh dahan dan ranting pohon hingga akhirnya yg tersisa dari pohon itu hanyalah batang utama dari pohon tersebut, pohon tersebut terlihat sangat gundul, dari jauh seperti sebuah batang tebal yang menancap di tanah. Si pria pun pergi, si pohon senang bisa membantu sahabatnya.
Seperti sebelumnya, pria itu tak kembali dalam waktu yang sangaaaatt lama...
Hingga suatu hari, seorang pria yang cukup tua, botak, dan beruban dirambutnya, berjalan mendekati pohon itu.
Si pohon mengenalinya sebagai sahabatnya. "kau sudah tak bisa memakan buahku, kau sudah mengambil semuanya. Ranting dan dahanku sudah habis, kau tak akan bisa bergelayut disana. Daunku sudah hilang, kau tak bisa tidur dibawah naunganku." ."aku sudah terlalu tua untuk itu, pohon." jwaab pria itu. "aku bosan disini, aku ingin pergi jauh, aku butuh sebuah perahu. Kau punya perahu?". "aku tak bisa memberimu perahu, tapi aku memiliki batang yang cukup tebal dan kuat, ambillah dan jadikanlah perahu, maka kau pun akan bahagia." pria itupun menebang pohon itu dan mengambil batangnya hingga hanya tersisa sebuah sisa tebangan yang pendek dan jelek, dengan guratan2 lingkaran dipermukaannya yg menunjukkan betapa tuanya pohon tersebut. Pria itupun pergi, si pohon senang karena dapat membantu sahabatnya...
Musim demi musim berlalu...
Hingga suatu hari, seorang tua renta, kurus, berpakaian compang-camping dan amat lemah berjalan mendekati pohon itu. Tak lain tak bukan, seorang anak kecil sahabat pohon itu tahun lalu...
Pohon pun berkata, "maaf nak, aku tak punya buah yg bisa kau makan, dahan yang bisa kau mainkan, dan apapun untuk membuatmua bahagia, maafkan aku.". "aku sudah tua, aku sudah cukup dengan semua itu... Aku lelah, aku ingin istirahat."
"well, sebuah tubuhku cukup pendek sekarang. Sangat nyaman untuk kau duduki, duduklah diatasku, istirahatlah nak..."
Pria tua itupun duduk diatas phon itu, mereka berdua pun bahagia..........
Well, cerita yang ironis kawan2...
Miris amat nulisnya, hehe.
Tapi seperti biasa, pasti ada hal yang bisa kita pelajari dari cerita ini..
Dari cerita itu, phiser mendapat sebuah pengertian tentang bagaimana seharusnya sebuah persahabatan berlangsung, tidak seperti cerita diatas, persahabatan harus berasazkan "take and give".
Sahabat kita bukanlah mesin atm yang bisa kita ambil uangnya setiap saat, bukan sumber harta yg bisa kita manfaatkan seenaknya, mereka manusia, sama seperti kita. Sedekat apapun kita dengan seseorang, tak ada seorangpun yng suka bila dimanfaatkan. Berempatilah sedikit. Minta tolonglah hanya bila memang benar2 perlu. Mengertilah bila sahabat kita sedang kesusahan, dan berilah dia bantuan sebelum dia meminta.
Maka persahabatan pun akan berlangsung dengan baik dan harmonis.
Keys, see u in the next post!
N.B. comment please :)
0 comments:
Post a Comment